Antioksidan
Capsaicin dalam cabai bertindak sebagai antioksidan, melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan oleh molekul berbahaya yang disebut radikal bebas. Capsaicin juga dapat membantu mencegah infeksi bakteri.
Paru-paru
Manfaat cabai selanjutnya yaitu diduga mampu memperkuat jaringan paru-paru dan membantu mencegah atau mengobati emfisema (penyakit paru-paru kronis di mana kantung udara kecil di paru-paru rusak akibat merokok). Selain itu, cabai juga dapat mengencerkan lendir pada paru-paru sehingga mudah dikeluarkan dari paru-paru
Tekanan darah dan jantung
Menurut penelitian di Tiongkok, konsumsi capsaicin jangka panjang diduga mampu menurunkan tingkat tekanan darah pada tikus yang menderita tekanan darah tinggi. Selain itu, penelitian lain juga mengungkapkan jika capsaicin diduga bisa mengurangi kolesterol dan mencegah penyumbatan darah penyebab penyakit jantung.
Membakar lemak
Selain nikmat disantap, makanan pedas bercabai juga diduga dapat membantu membakar kalori dan lemak.
Manfaat cabai memang banyak, tapi jangan asal makan cabai sampai bibir jontor dan minum bergalon-galon air. Terlalu banyak mengonsumsi cabai juga tidak baik untuk tubuh karena bisa menyebabkan borok atau luka di usus. Bahkan, baru-baru ini ada kejadian di mana tenggorokan seseorang menjadi berlubang karena kebanyakan makan cabai. Oh iya, jika Anda kepedasan ketika makan makanan pedas bercabai, disarankan untuk minum susu atau yogurt (bukan air) untuk meredakan rasa pedas tersebut.
https://www.alodokter.com/




