Sonny menuturkan, pengembangan bisnis Orins pun berdasarkan kepercayaan modal dari keluarga atau teman terdekat. Sehingga, sistem bisnisnya masih model kekeluargaan. “Mereka bisa memberikan modal, tetapi ada perjanjian tidak tertulis kalau manajemen itu tidak boleh diganggu gugat,” ujarnya.  Hingga kini, Sonny memilih fokus ekspansi di dalam negeri meski muncul banyak tawaran untuk ekspansi ke luar negeri seperti dari Singapura, bahkan Amerika Serikat (AS). Sonny belum tertarik merambah pasar luar negeri karena regulasi di luar negeri yang sulit Selain itu, dia melihat penduduk Indonesia yang berjumlah 260 juta menyimpan potensi sangat besar. Persaingan dalam negeri juga bukan tanpa tantangan. Sonny menyebutkan banyak jagoan di setiap kota yang lebih awal memulai bisnis martabak. Usia bisnis mereka mencapai puluhan tahun dan memiliki pelanggan yang loyal. Menyiasati tantangan tersebut, Sonny memfokuskan pemasaran Orins menggunakan teknologi digital. “Solusinya kembali lagi digitalisasi. Kalau tidak, kami cuma akan buang-buang uang,” katanya.

sumber: https://katadata.co.id/berita/2019/03/17/resep-sukses-orins-yang-kalahkan-martabak-anak-jokowi